Ajaran Islam Semakin Dikagumi di Tengah Ancaman Pandemi


Munculnya wabah Corona yang kemudian menjadi pandemi ini ternyata melahirkan beberapa hikmah yang menjurus kepada pengakuan akan keagungan ajaran Islam. Beberapa ilmuwan barat semakin kiat untuk mengkaji sisi-sisi dari ajaran Islam dan petuah-petuah pembawa risalahnya, Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Bahkan diantara hasil kajian mereka kemudian diekspos oleh media-media ternama barat. Akibatnya, jumlah masyarakat yang mulai sadar bahkan tertarik akan keagungan ajaran ini semakin banyak dan meluas.

Dr. Rose S. Aslan mislanya, seorang dosen di California Lutheran University, Amerika Serikat, menulis secara apik akan praktik wudu umat Islam di tengah kekhawatiran akan penyebaran  virus corona ke seluruh dunia. Ia secara detail menjelaskan bahwa wudu termasuk ritual yang harus dilakukan oleh umat Islam, seperti halnya yang dilakukan oleh Nabi Muhammad sebelumnya, sebelum salat yang dikerjakan lima kali sehari. Ia juga menggambarkan praktik wudu secara runtut dari awal hingga akhir. Mulai dari membasuh telapak tangan, berkumur, hingga membasuh kedua kaki. Praktik wudu yang seperti itu—dia menegaskan, bisa membantu menyebarkan pesan kebersihan yang baik.

Ulasannya yang ia beri judul “What Islamic hygienic practices can teach when coronavirus is spreading” itu terbit di media independen The Conversation (edisi 16 Maret 2020), yang kemudian dilansir The Washington Post, surat kabar terbesar dan tertua di Washington, D.C., Amerika Serikat, di hari yang sama. Di akhir ulasannya ia menyatakan, praktik Islam yang menekankan penyucian tubuh dapat membantu menegaskan kembali pentingnya praktik higienis bersama dengan penggunaan sabun atau pembersih tangan, untuk mengurangi kerentanan seseorang terhadap virus.

Sehari kemudian, terbit tulisan anyar dari Dr. Craig Considine—seorang profesor di Rice University, Texas, Amerika Serikat—yang menyoroti nasihat-nasihat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam saat menghadapi wabah. Opini beliau itu diterbitkan majalah mingguan Amerika, Newsweek. Empat hari kemudian, atau tanggal 21 kemarin, CNN Arabic ikut mengulasnya.

Di awal tulisannya, Dr. Considine mengutip beberapa pakar yang menyatakan bahwa kebersihan dan karantina yang baik, atau praktik isolasi dari orang lain dengan maksud mencegah penyebaran penyakit menular, adalah cara paling efektif untuk menahan COVID-19. Kemudian ia bertanya, apakah anda tahu siapa yang pernah menyarankan untuk menjaga hidup bersih dan karantina saat pandemi? 
Secara tegas ia menjawab: “Muhammad, the prophet of Islam, over 1,300 years ago” (dialah Muhammad, nabinya Islam, lebih dari 1300 tahun yang lalu).
Untuk menguatkan jawabannya itu, Dr. Considine menjabarkan beberapa hadis dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Diantaranya yang ia kutip ialah:

“Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR. Bukhari: 5739; Muslim: 2219) 

“Janganlah mereka yang sakit itu didekatkan dengan yang sehat.” (sesuai HR. Bukhari: 5771; Muslim: 2873)

Lanjut Dr. Considine, Muhammad juga sangat mendorong manusia untuk mematuhi praktik higienis yang akan membuat orang selamat dari infeksi. Ia lalu menyebutkan juga beberapa hadis beriku ini yang mendukung statementnya itu.

“Kebersihan sebagian dari iman.” (redaksi hadis yang shahih: bersuci adalah bagian dari iman, HR. Muslim: 223; Tirmidzi: 3517; Ahmad: 22909)

“Basuhlah kedua tangan kalian setelah kalian bangun tidur, sebab kalian tidak tahu kemana tanganmu bermalam saat kalian tidur” (sesuai HR. Bukhari: 160; Muslim: 278)

“Berkah makanan terletak pada mencuci tangan sebelum dan sesudah makan” (redaksi hadis memakai istilah wudu sebagai ganti mencuci tangan, HR. Abu Dawud: 3761; Tirmidzi: 1846)
Di akhir ulasannya, Dr. Considine mengemukakan bahwa Muhammad sangat mendorong semua orang untuk mencari petunjuk dalam agama mereka, tetapi dia berharap mereka mengambil tindakan pencegahan dasar demi stabilitas, keselamatan dan kesejahteraan semua orang. Dengan kata lain, Muhammad berharap orang-orang akan menggunakan akal sehat mereka.
Begitulah, sejak lahirnya di awal abad ke-7 masehi, Islam yang dibawa Nabi Agung Muhammad shallallahu alaihi wasallam selalu mampu membuktikan kepada dunia luar akan kebenaran, keindahan dan keuniversalan ajarannya.

Sekian.

@Abdul Latif Ashadi

CONVERSATION

0 comments:

Posting Komentar