Atsar Walisongo

Gambar hanya ilustrasi.
Sebenarnya Islam sudah masuk ke Nusantara jauh sebelum datangnya Walisongo. Sesuai catatan dinasti Tang, pada abad ke-6 M, tepatnya tahun 670 M, sudah ada saudagar-saudagar muslim yang datang ke Kerajaan Kalingga yang terletak di Jawa Tengah. Akan tetapi, sampai ratusan tahun kemudian, Islam tidak bisa berkembang di tanah Jawa, hanya orang-orang pendatang yg saat itu sudah beragama Islam.

Tahun 1292 M, atau sekitar 600 tahun kemudian, seorang penjelajah Italia yg bernama Marco Polo saat pulang dari China, dia singgah di suatu tempat yg bernama Perlak (kerajaan di Aceh). Dia mencatat bahwa penduduk Perlak terdiri dari 3 kelompok:

  •     Orang-orang China yang beragama Islam,
  •     Orang-orang Barat (Arab dan Persia) yang juga berama Islam, dan
  •     Penduduk pribumi yang masih menyembah batu-batu, kayu-kayu dan roh. Bahkan masyarakat yang di pedalaman masih biasa memakan manusia (kanibal).

Tahun 1405, datanglah Laksamana Cheng Ho ke Pulau Jawa. saat itu Majapahit dipimpin oleh raja Wikramawardhana. Juru tulis beliau mencatat, saat singgah di Tuban, ada sekitar 1000 orang China yang kesemuanya beragama Islam. Kemudian saat singgah di Gresik, ada sekitar 1000 orang China juga beragama Islam. Begitu juga saat singgah di Surabaya, disana terdapat 1000an orang China yang muslim.

Perjalanan Cheng Ho yang terakhir, yaitu perjalanan yang ke-7 pada tahun1433, beliau mencatat bahwa penduduk di sepanjang pantai utara pulau Jawa terdiri dari 3 kelompok, yaitu:

  •     Orang-orang China yang beragama Islam,
  •     Orang-orang Barat (Arab dan Persia) yang juga berama Islam, dan
  •     Penduduk pribumi yang rata-rata masih kafir smua.

Jadi, selama 800an tahun lamanya Islam belum bisa diterima di wilayah Nusantara, khususnya di Pulau Jawa.


Tujuh tahun setelah kedatangan Laksamana Cheng Ho yang terakhir ke Jawa -yang mencatat masih kafirnya mayoritas penduduk pribumi-, datanglah rombongan Sunan Ampel dari Champa (sekarang termasuk Vietnam tengah dan selatan) ke tanah Jawa yang saat itu masih zaman Majapahit. Karena termasuk kerabat istana Majapahit*, Sunan Ampel kemudian diberi daerah Ampeldento-Surabaya dan menjadi imam disitu, sedangkan kakaknya, yakni Syeikh Murtadlo, menjadi imam di Gresik.


Sekitar tahun 1470an, bersama putra-putra beliau -seperti Sunan Bonang dan sunan Drajat- dan menantu-menantu beliau –seperti Raden Fatah dan Sunan Giri- mulailah berdakwah secara KULTURAL. Sekitar 50 tahun kemudian, tepatnya tahun 1515, seorang penulis Portugis bernama Tome Pires datang ke Jawa, yang pada saat itu masih ada Sunan Kalijaga dan Sunan Giri. Tome Pires mencatat bahwa sepanjang pantai utara pulau Jawa, penguasanya adalah adipati-adipati muslim.

Artinya, setelah era Walisongo, di sepanjang pantai utara Jawa, Islam menjadi agama mayoritas penduduk pribumi. Bahkan Islam sudah sampai ke kerajaan Tanah Hitu di Maluku.

Walisongo benar-benar menjadi penyebar agama Islam di Nusantara ini, yang pada saat ini, 87,18% dari penduduk Indonesia beragama Islam (sensus 2010).

____________

*Putra Mahkota kerajaan Majapahit pada saat itu, yang bernama Prabu Kertawijaya menikah dengan bibi Sunan Ampel yang bernama Dwarawati.

%%_Sebagian besar tulisan ini disarikan dari ceramah KH. Agus Sunyoto, sang penulis Atlas Walisongo, dan di-compare dengan referensi lain.

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment