Shalawat sebagai Penangkal Tha’un (Wabah/Epidemi)


Salah satu nasihat dari para ulama saat menghadapi wabah penyakit yang mematikan ialah dengan memperbanyak membaca shalawat. Banyak ulama mengategorikan wabah (tha’un) sebagai bagian dari siksaan (adzab) Allah subhanahu wa ta’ala kepada umat manusia yang Dia kehendaki. Sedangkan bacaan shalawat secara pasti akan mendatangkan rahmat-Nya. Diharapkan dengan turunnya rahmat itu, semua adzab akan sirna. Karena antara rahmat dan adzab tak mungkin bersama. Oleh karenaya, sebagian ulama mengatakan—sebagaimana dicatat oleh Syaikh Al Islam Zakaria Al Anshari (w. 926 H) yang dikutip oleh Syeikh Yusuf An Nabhani (w. 1350 H):

ان من أعظم الأشياء الدافعة للطاعون وغيره من البلايا العظام الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم
“Sungguh termasuk sebaik-sebaik cara untuk menangkal wabah atau cobaan besar lainnya adalah bacaan shalawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam” (Sa’adah Ad Darain, 625)
Al Imam Al Hafidz Syamsuddin As Sakhawi (w. 902 H) dalam Al Qaul Al Badi’ mengutip dari Syeikh Ibn Abi Hajlah (w. 776 H) dari Syeikh Syamsuddin Ibn Khathib Yabrud (w. 777 H), bahwa ada salah seorang tokoh dari kalangan orang-orang saleh (shalihin) yang mengkhabarkan kapadanya tentang keutamaan shalawat. Orang saleh itu berkata:

أن كثرة الصلاة عليه صلى الله عليه وسلم تدفع الطاعون
“Sungguh memperbanyak shalawat kepada Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam mampu menangkal wabah” (Al Qaul Al Badi’ fi Ash Shalah ‘ala Al Habib Asy Syafi’, 220-221)
Ada beberapa alasan lain yang disampaikan oleh ulama terkait kenapa shalawat bisa sangat manjur menghadapi wabah. Diantaranya, (1) shalawat mampu menghilangkan segala kesusahan dan kegelisahan, dan wabah termasuk dari kesusahan itu sendiri; (2) dengan memperbanyak shalawat, orang bisa selamat dari segala ketakutan di Hari Kiamat kelak, kalau begitu, selamat dari segala ketakutan di Dunia dengan shalawat adalah hal lebih mudah; (3) wabah tha’un dan Dajjal tidak bisa memasuki Madinah karena sebab berkah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka dengan membaca shalawat kapada beliau tentu juga bisa menjadi sebab melenyapkan wabah itu sendiri (Al Qaul Al Badi’, 221)

Dari dawuh-dawuh tersebut dapat dipahami jikalau memperbanyak shalawat—bagaimanapun bentuk redaksinya—mampu menjadi penangkal atas maraknya wabah penyakit (epidemi), dalam arti tidak harus memakai redaksi shalawat secara khusus.

Walaupun demikian, ada beberapa redaksi shalawat yang disusun secara khusus oleh ulama dengan tujuan khusus, yakni menangkal wabah. Diantaranya adalah:

1. Shalawat Ibn Abi Hajlah

اللّهم صلِّ على محمّد وعلى آل محمّد صلاةً تَعْصِمُنا بها مِنَ الأهْوال والآفاتِ وتُطَهِّرُنا بها مِن جميعِ السّيئاتِ

Shalawat ini kalau dibaca sesering mungkin mampu bermanfaat untuk menangkal wabah (tha’un). Silakan lihat Al Qaul Al Badi’ (221) dan Sa’adah Ad Darain (318).

2. Shalawat Syeikh Khalid An Naqsyabandi

اللّهمّ صلِّ على سيّدِنا محمّدٍ وعلى آل سيّدِنا محمّدٍ بعَدَدِ كلِّ داءٍ ودَواءٍ وبارِك وسلِّم عليه وعليْهِم كثيراً

Shalawat ini disusun oleh Al Arif Billah Sayyidi Asy Syeikh Khalid An Naqsyabandi mujaddid Thariqah An Naqsyabandiyah. Shalawat beliau ini menjadi obat penawar yang mujarrab untuk menangkal wabah (tha’un) (Sa’adah Ad Darain, 319). Beliau berpesan untuk membacanya 3x setiap sehabis shalat fardlu selama masa merebaknya wabah. Untuk bacaan yang terakhir, lafadz “Katsiran” dibaca 2x, lalu ditutup dengan:

وصلِّ وسلِّم على جميع الأنبياء والمرسلين وآلِ كلٍّ وصحْبِ كلٍّ أجمعين والحمد لله رب العالمين

3. Shalawat Al Munjiah

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الأَهْوَالِ وَالآفَاتِ ، وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئاتِ ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ ، مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ.

Sebagian ulama menyarankan untuk memperbanyak shalawat Al Munjiah ini selama masa maraknya wabah (tha’un). Barangsiapa mengamalkannya, maka dia akan selamat dari wabah tersebut (Afdlal Ash Shalawat, 67).

4. Shalawat Tolak Tha’un

اللّهمّ صلِّ على سيّدِنا محمّدٍ وعلى آل سيّدِنا محمّدٍ صلاةً تَدْفعُ عنّا بها الطعْنَ والطاعون يا مَن أمْرُه إذا أرادَ شيئا أن يقولَ له كُنْ فيكُون

Shalawat ini dicatat oleh Syeikh Yusuf An Nabhani yang beliau nuqil dari sebuah risalah yang dihadiahkan kepada beliau dari As Sayyid Ahmad Syatha ibn Al Imam As Sayyid Abu Bakr Syatha Al Makki (Sa’adah Ad Darain, 629).

Wallahu A’lam.

@Abdul Latif Ashadi

CONVERSATION

0 comments:

Posting Komentar