Pesan Imam Syafi’i [Bagian 2] saat Menghadapi Wabah (Epidemi)


Imam kita Abu Abdillah Muhammad bin Idris Asy Syafi’i (w. 204 H) tidak hanya dikenal sebagai tokoh yang ahli betul dalam Agama, tapi juga ahli dalam ilmu pengobatan (kedokteran). Imam Ibn Al Qayyim Al Jauziah menjelaskan jika Imam Syafi’i mengusai ilmu kedokteran yang bersumber dari peradaban Arab, bukan dari Yunani, Romawi, Hindia ataupun Persia (Miftah Dar As Sa’adah, 541-542). Oleh karenanya tak mengherankan jika ada salah satu ungkapan sangat terkenal yang bersumber dari beliau:

العلم علمان: علم الفقه للأديان، وعلم الطّب للأبدان
“Pada dasarnya ilmu terdiri dari dua macam: ilmu fikih untuk (keberlangsungan) agama, dan ilmu kedokteran untuk (keselaman) badan” (Manakib Asy Syafi’i, 2/114)
Mengenai wabah penyakit (waba’ atau tha’un) yang memang sulit ditangani itu, Imam Syafi’i pernah memberikan resep untuk memperbanyak membaca tasbih sebagaimana diriwayatkan Imam Abu Nu’aim Al Ashfahani—sudah saya tulis pada Bagian Satu. Akan tetapi, dalam beberapa riwayat lain, Imam Syafi’i juga mempunyai resep lain untuk melawan wabah tersebut, yakni memakai bunga Viola (salah satu spesiesnya, bunga Violet). Imam Al Baihaqi meriwayatkan dari Abu Abdillah Al Hafidz dari Abu Al Walid Al Faqih dari Abu Bakr Ahmad bin Muhammad bin Ubaidah dari Yunus bin Abdul A’la, beliau berkata:

قَالَ الشَّافِعِيُّ : لَمْ أَرَ شَيْئًا أَنْفَعَ لِلْوَبَاءِ مِنَ الْبَنَفْسَجِ يُدْهَنُ بِهِ وَيُشْرَبُ
“Imam Asy Syafi’i pernah berkata: Saya tidak mengira ada sesuatu yang lebih bermanfaat untuk melawan wabah daripada bunga Viola yang dipakai minyakan dan diminum” (Manaqib Asy Syafi’i, 2/118; lihat juga Adab Asy Syafi’i wa Manakibuhu, 246)
Ucapan Imam Syafi’i ini ternyata didukung pula oleh beberapa riwayat hadis yang menyebutkan keutamaan bunga Viola. Hanya saja beberapa riwayat tersebut banyak yang dinilai bathil atau maudhu’ (palsu). Menurut Imam Al Hafidz Jalaluddin As Suyuthi (w. 911 H), riwayat yang paling baik sanadnya ialah apa yang diriwayatkan oleh Imam Asy Syairazi dalam Al Alqab melalui Ibrahim bin Ahmad Al Warraq dari Muhammad bin Amr dari Muhammad bin Shalih At Tirmidzi dari Dawud bin Hammad dari Abi Rikaz dari Muhammad bin Tsabit dari Tsabit Al Banani dari Anas bin Malik secara marfu’:

سَيِّدُ الأَدْهَانِ الْبَنَفْسَجُ وَإِنَّ فَضْلَ الْبَنَفْسَجِ عَلَى سَائِر الأدْهَانِ كَفَضْلِي عَلَى سَائِرِ الرِّجَالِ
“Pemimpin segala minyak adalah Viola, dan sesungguhnya keutamaan Viola atas segala minyak adalah seperti keutamaanku atas semua orang” (Al Lali’u Al Mashnu’ah, 2/235-236; Faidl Al Qadir, 4/119)
Syeikh Abdurra’uf Al Munawi (w. 1031 H) menyatakan keutamaan bunga Viola tak lepas dari manfaatnya yang merata dan keutamannya yang melimpah. Ia dingin dan lembab, cocok untuk sakit kepala yang panas, bisa juga untuk mendinginkan otak dan membantunya terlelap. Viola juga mampu mempermudah gerak sendi-sendi (Faidl Al Qadir, 4/119). 

Syeikh Murtadla Az Zabidi (w. 1205 H) menambahkan, memakai minyak Viola bagus di saat tidak tidur semalaman (insomnia) dan membuat badan menjadi lembab, sedangkan meminumnya akan sangat berguna bagi lambung dan paru-paru serta bisa mengobati sakit pinggang, kandung kemih dan masih banyak lagi (Ithaf Sadah Al Muttaqin, 5/267-277). 

Di era modern, sudah banyak ilmuwan yang meneliti manfaat dari bunga Viola untuk kebutuhan obat-obatan. Misalnya banyak spesies Viola yang ternyata mengandung antioksidan yang disebut anthocyanin, bahkan beberapa anthocyanin yang dihasilkan menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat (Zhang, J. et al., 2011). Antioksidan sendiri merupakan sifat berbagai senyawa yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk melawan radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan apabila kadarnya terlalu tinggi.

Viola juga sudah melewati evaluasi di berbagai indikasi klinis dalam studi manusia. Sebuah uji klinis menunjukkan bahwa penggunaan sirup dari salah satu spesies Viola, yakni Viola Odorata dapat meningkatkan penekanan batuk yang disertai asma pada anak-anak (Qasemzadeh, et. al., 2015; Staff, T., 2004). Dalam penelitian lain, pemberian minyak ekstrak Viola Odorata intranasal terbukti efektif pada pasien penderita insomnia (Staff, T., 2004). Penggunaan formulasi herbal yang mengandung ekstrak dari Viola Tricolor juga menunjukkan efek yang menjanjikan pada pasien yang menderita dermatitis atopik ringan hingga sedang (Klovekorn, et.al., 2007). Dermatitis atopik atau Eksim adalah penyakit kulit kronis yang membuat kulit merah meradang, bengkak, terasa gatal, serta kering dan pecah-pecah.

Wallahu A’lam.

@Abdul Latif Ashadi

CONVERSATION

0 comments:

Posting Komentar